wawasan
Pengertian
secara umum tentang Budaya tidak bisa ditafsir secara material, sebab
Budaya merupakan spirit dari masyarakat. Apalagi Budaya bukan sesuatu
yang mati atau berhenti. Budaya akan selalu berputar sesuai perkembangan
zaman. Kadang orang menjadi kaget dengan perkembangan sikap manusia
(terutama pada masyarakat Indonesia) yang budayanya sangat dilandasi
dengan nilai-nilai, etika, estetika dan adat-istiadat yang kuat.
Tetapi
pada akhir-akhir ini Indonesia sedang mengalami fase yang tidak jelas.
Itu terjadi karena pengaruh perkembangan politik, ekonomi dan
komunikasi. Hal ini tampak sangat nyata dengan munculnya sikap
pragmatis, materialistis dan konsumtif yang membabi buta. Tata nilai
akhirnya menjadi sesuatu yang asing. Sementara waktu perkembangan
negatifnya memang sulit dibendung. tetapi pada saatnya akan menuju ke
normatif kembali. Ibarat COKROMANGGILINGAN.
Teknologi
dan komunikasi sangat berpengaruh kuat. Dalam menerima dua hal
tersebut, kita hanya berkutat pada sampahnya teknologi dan komunikasi
belaka.. Bahwa hanya efek negatifnya saja yg dikembangkan. Karena kita
sebenarnya gagap untuk menerima, sehingga memunculkan sikap kamuflase.
Bangga dianggap maju, dan moderen. Sikap beginilah yang akan melunturkan
tata nilai, etika dan estetika. Orang tidak punya pijakan kepribadian
yang kuat.
PENDIDIKAN,
Sistem Pendidikan juga malah ikut andil dalam terkikisnya jati diri
anak bangsa. Dengan format standar internasional yang diadakan sendiri
karena pada prinsipnya tidak ada standar seperti itu di dunia,
menjadikan pelajar sangat terbebani dengan materi pelajaran. Anak
belajar dari pagi hingga sore, hal ini akan mencipta sikap individual
yang tinggi, dan mencipta sikap materialistis karena beban biaya
pendidikan yang tinggi pula.
TRADISIONAL.
Bagi kita yang mengkategorikan kesenian asli Indonesia masuk dalam
kesenian tradisional adalah keliru besar. Nampaknya kita terlalu tidak
percaya diri atau minderwaardeh dan berjiwa inlander. Sebab
bentuk kesenian yang ada sudah terbentuk ratusan tahun yang lalu, dan
seni tidak mengenal waktu. Memakai istilah tradisional artinya secara
kejiwaan kita lemah dan tidak bangga dalam menegakkan diri sebagai
bangsa untuk sejajar dengan bangsa lain.
(Dwi Riyanto)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar