SURAT
KEPADA BAPAK
Dengan
perpisahan saya selama 5 tahun ini, saya
hanya bisa mengurai air mata perpisahan. Bila aku dianggap pengasah pedang
sebagai pengkritik, aku diunggulkan dan ditinggalkan arak-arakan. Karena
ketajaman mata pena saya. Selain itu aku hanya mengagungkan harapan merindukan
kenyataan, melewarkan kesempatan emas yang cerah, untuk mengurai lagi keringat
darah dan air mata. Di mana ketika kulalui pagi aku kesiangan, dan siang aku
kepanasa, dan sore aku ketinggalan, pak ....... Itupun Bapak sudah tahu.
Mungkin,
diriku saat ini tak lagi berarti bagi Bapak. Ketika istriku, dibawa
arak-arakan. Ketika arak-arakan tanpa arah berkelompok di mana-mana, merampok
zirah kehormatanku dan pekerjaanku.
Ketika
malam tiba, langit berwarna dan yang lain berdansa. Aku menangis dalam
kesunyianku, Pak. Kala hatiku terpecah dan air mataku jatuh merindu orang-orang
terkasih, teman-teman yang mengerti, sahabat dan sosok Bapak yang membina saya,
aku fana ketika hasrat hati memeluk gunung, tapi apa daya tangan tak sampai.
Hatiku pecah, angan dan air mataku jatuh berlinang karena merindu di mana
orang-orang yang kucintai membenci aku semua dan menatapku nanar, karena tak
mengerti hati.
Kuharap
ketika ratapanku ini kunyatakan, dimana tak ada lagi arti kata-kata dan
kalimat-kalimat “Indah” yang pantas kusapa harap Bapak jujur aku ini di mana,
dan aku rasa hidup ini sudah tidak bermakna. Kuharap engkau kembali ke sisiku
sama seperti waktu pacaran, suka duka dilalui bersama, berkejaran seperti ombak
berlari ke tepi dan berpelukan di tengah-tengah tepukan tangan.
Bilakah
aku salah bila aku merindukan keluargaku utuh kembali ........ !! Tidak hanya
sekedar mencukupi materi saja. Sebab dengan materi-materi yang bisa dimanjakan
ayahku dulu tidak membuatku tegar dan kaya. Tapi membuat kita terlena, dan
terlupa arti sebuah “keluarga” dan kebahagiaan. Ibarat Punai pulang ke
sarangnya. Anak nakal yang pulang ke rumah Bapaknya.
Mereka
tak pernah memberi kesempatan aku untuk membuat aku baik, Pak. Di mana keluarga
mengajarkan aku bagaimana bertata krama yang baik, bersikap, melainkan selalu
memasang tampang curiga, seakan saya ini monster yang akan membunuh, pemukul
bola dan pelempar lembing !!
Tapi
aku yakin Bapak tidak salah menaruh kepercayaan di pundak saya. Aku juga selalu
yakin bahwa dalam perjalanan hidupku Bapak adalah orang sabar dan orang baik
hati. Maka setelah 5 tahun saya lepaskan, jalan hidup saya : jalan perjuangan
dan pengabdian yang mengantarkan hikmah kehidupan, berkumpul dengan orang-orang
hebat.
Kalau
orang melakukan sesuatu itu masih curi-curi dan nggak mau ngaku itu artinya
masih ada harapan untuk kembali. Kembali aku ingin meramaikan kebijaksanaan dan
berhimmah untuk kebijaksanaan itu.
Saya
menyadari kelemahan saya. Tapi saya mengetuk hati Bapak untuk mengangkat
kembali. Harapan saya demi keterpurukan yang selama ini aku rasakan.
Aku
tahu akan bergejolak jiwa Bapak atas keraguan dan tekad saya. Karena selama ini
saya adalah orang yang penuh dengan keragu-raguan. Tapi akan merasa bangga bila
kelak bisa mewariskan “Nama”.
Maka
saya hendak berhimmah dan kembali mengabdikan diri, mengembalikan pilar-pilar
perubahan dan bekerja keras untuk mengembalikan citra Darma untuk bergaung
kembali.
Kabulkan
hasratku ini Pak. Sungguh aku tak menuntut apa-apa dari Bapak. Selain ketulusan
dan kemuliaan hati Bapak untuk menerima kembali aku sebagai “manusia” yang tak
luput dari kesalahan dan kekurangan, sebagaimana yang Bapak, Ibu, Embah Jono
tahu tentang saya (seutuh-utuhnya).
Tetapi
saya tahu Bapak tahu, potensi apa yang bisa Bapak gunakan dan Bapak gali dari
talenta yang saya punya. Akan saya curahkan semua tanpa pamrih apa-apa.
Sebenarnya
saya sangat malu meminta dan memohon Pak. Tapi harapan untuk membangkitkan
kembali mutiara-mutiara terpendam, sumur kehidupan, mutu manikam, sumber hidup,
cahaya jiwa, kemuliaan hati, kegembiraan, dimana orang-orang terpanggil kembali
untuk mengabdi bekerja separuh jiwa, bekerja sesuai dengan ekspektasi dan
panggilan jiwanya. Saya tak lagi mampu melalui sesuatu dengan kepayahan pak dan
efek dari pergolakan politik 5 tahun yang lalu itu sebenarnya masih menoreh
luka yang mendalam dimana Bapak kepala dan saya buntunya yang sama-sama kena
imbasnya.
Tapi
bilamana Allah berkehendak sesuatu itu terjadi maka terjadilah. Maka saya tidak
lagi memiliki kekhawatiran memijakkan kakiku di medan perjuangan bila Bapak
berkenan menggandeng saya.
Saya
sungguh rindu dan sangat menghargai, keyakinan Bapak kepada saya, bila datang
tawaran dan peluang untuk dapat mengabdi lagi. Karena Bapak tahu loyalitas dan
integritas saya dan legalitas saya akan saya pertanggungjawabkan, dan segala
Insya Allah akan berlangsung dengan baik-baik saja.
Atas
pemahamannya saya haturkan terima kasih.
PENGALAMAN KEPEMIMPINAN
OLEH SHOLIHUL HADI
A.
Pengalaman
Kepemimpinan
Bila terjadi permasalahan dalam pemilu.
Kita lihat dulu situasi apakah gawat atau tidak. Maka orang akan
diam dan tak mempersoalkan kalaupun ada perubahan, memerlukan watu.
Saya berkualitas dalam menyelenggarakan pemilu.
Derajat integritas saya, akan melaksanakan kebijakan undang-undang
yang ditentukan berkaitan dengan pemilu. Sepanjang belum diganti dan tidak
bertentangan dengan undang-undang dan dinyatakan berlaku.
Saya akan melakukan pendekatan dalam klasifikasi msalah dan
pendekatan masalah dalam pembahagian urusan pemerintahan dengan memperhatikan
dampak-dampak akibat dari benturan kepentingan itu. Sedangkan urusan yang erat
dengan potensi konflik saya akan koordinasikan dengan keplosisian yang menjadi
kewenangannya.
Maka urusan yang berkaitan erat dengan pemerintahan dan menjadi
kewenangan kabupaten. Kata menjadi kewenangan demikian pula akuntabilitas dan
urusan pemerintahan dan efek kemasyarakatan.
Saya akan melakukan efisiensi pendekatan pembahagian kewenangan
apabila suatu bagian urusan dalam penanganannya dipastikan akan berdaya guna,
berkat itu maka akan dijadikan akurasi.
Saya juga akan mengkoordinasikan kepemimpinan pusat untuk menjaga
keserasian hubungan antara pusat dan KPU daerah. Agar terjadi interdependensi
dan saling mendukung sebagai satu kesatuan sistem dengan memperhatikan cakupan
kemanfaatan.
Melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum mengadakan pengakuan
atas pembagian urusan-urusan yang akan ditangani, apakah masalahnya itu masih
menjadi kewenangan KPU pusat untuk memobilitasi kepentingan partai politik
tertentu.
Termasuk sosialisasi dan keikutsertaan masyarakat dan pemerintah
untuk melaksanakan urusan bersama.
Melalui undang-undang pemilu ini, komisi pemilihan umum diberikan
kewenangan sebagai penyelenggara pemilihan DPRD dan keikutsertaannya tidak
perlu dibentuk dan ditetapkan agar penyelenggara pemilu bekerja dengan baik. Mencakup
kuota dibatasi sampai penetapan calon dengan berita acara untuk diproses
penyutusannya kepada pemerintah guna mendapat pengesahan sistem pemilu sistem
kepartaian dan sistem pemerintahan.
Pemilihan Demokrasi.
Sistem pemerintahan bahwa pemerintahan daerah menyelenggarakan
urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya. Kecuali urusan pemerintahan itu
yang oleh undang-undang ditentukan menjadi urusan pemerintah.
Artinya bahwa urusan pemerintah adalah urusan pemerintah yang
mutlak menjadi kewenangannya dan urusan bidang-bidang lainnya yaitu
bagian-bagian, sistem yang menjadi kewenangan sistem pemerintah.
Siklus
Tahapan
1.
Penjaringan
2.
Pendaftaran
3.
Pelaksanaan
4.
Evaluasi
5.
Kampanye
Saya akan
melakukan kebijakan terbatas
Penetapan
daftar pemilih
Verifikasi data
pendaftar pemilu
Daftar pemilih
tambahan
Memenuhi
persyaratan sebagai data pemilih sementara
Kampanye
B.
Keputusan
dan Tindakan Moral
Dari sudut /integritas saya adalah yang menjunjung nilai-nilai kejujuran,
independensi dan nilai-nilai moral. Tidak lagi sebagai nilai-nilai sentral.
Sungguh-sungguh kalau tidak berasal dari keputusan bebas manusia. Tetapi disini
kebebasan dan tanggung jawab menjadi syarat mutlak dalam melakukan keputusan
tindakan politik.
Integritas tidak hilang sebagai nilai-nilai yang saya anut. Dalam
mengkoordinir kepentingan politik.
Dengan hati nurani, saya junjung nilai-nilai itu adalah hasrat yang
menyeimbanan. Himbauan itu lebih kuat mendorong dari kesadaran hatiu nurani.
Bahwa nilai-nilai integritas yang saya miliki membangun karakter saya, dalam
melakukan kinerja. Bahwa, nilai yang saya anut menimbulkan suara hati yang
nuntut kita mentaati aturan-aturan kaidah-kaidah dan nilai-nilai moral,
undang-undang dan memuji kita bila dapat mewujudkan dalam tindakan.
Kaidah moral itu berlalu dan menjadi kewajiban bagi saya untuk
mentaatinya. Karena kenyataan kesadaran moral yang menuntun laku dan
nilai-nilai ini menyangkut pribadi manusia dan tanggung jawab sebagai pemimpin.
a.
Ada
asas norma yang datang dari dalam diri manusia.
b.
Ada
asas norma yang terdapat di luar diri manusia.
Ada banyak sekali norma-norma tidak berhenti pada norma-norma hukum
dan norma moral.
Norma moral membuka langkah apakah perilaku kita seiring dengan
tata nilai yang kita akui, atau tidak dalam konteks ajaran moral terkandung
dalam nilai-nilai agama dan moral yang saya anut, pancasila membuka motivasi
dan inspirasi supaya kita mematuhi norma-norma hukum, tanpa penekanan, atau
paksaan dan kepada orang dilakukan pendekatan agar norma itu dijaga. Dapat
dilakukan dengan landasan kesadaran, laku, yang kita perbuat sehari-hari.
Integritas yang saya miliki tidak terlepas dari pandangan moral
yang saya akui. Dimana nilai moral yang saya anut tidak terpisah dengan
nilai-nilai lainnya.
Karena setiap nilai dapat mempunyai bobot moral, bila
diikutsertakan dalam tingkah laku moral. Tetapi apakah yang menjadi kehasan
moral itu. Biasanya moral itu numpang kepada nilai-nilai, adat kebiasaan
masyarakat yang dianut dan nampak seperti nilai moral yang tinggi. Persoalannya
adalah bahwa nilai-nilai itu muncul atau ada sebelum tahapan moral. Sesuatu
dikatakan bernilai, secara moral bila sudah ada tindakan. Ada suatu tindakan
nyata apakah itu anarkis maupun susila.
Maka itu nilai moral itu berkaitan erat dengan keyakinan orang.
Tanggung jawab hati nurani, yang bersifat otonom yang mewajibkan orang
melakukan ini atau itu dan kewajiban-kewajiban formal lain.
Bahwa nilai-nilai itu berkaitanm dengan pribadi manusia, yang
bertanggung jawan. Nilai-nilai moral itu mengakibatkan bahwa seseorang itu
bersalah atau tidak bersalah. Idirnya sendiri menilainya dan masyarakat
meyakininya. Karena ia bertanggungjawan pada masyarakat sedang bila ada
akomodasi nilai-nilailain yang tidak begitu, maka tingkah lakunya juga berubah
dan terpengaruh.
Pandangan
saya tentang diri saya
Dalam memimpin orang lain saya akan melakukan pendekatan persuasif,
sebagai tindakan kontrol luar, dengan mengendalikan dari dalam menilaikan
perbuatan manakala yang bisa dan boleh ditembangkan. Dengan nilai etis ditinjau
dari suasana batinnya :
A.
a.
Perbuatan
sadar, tindakan yang menyengaja dilakukan pelaku
b.
Perbuatan
tak sadar : tindakan di luar kontrol sukmanya.
Itu pengaruh perbuatan diri sendiri
B. Perbuatan oleh orang lain
Tindakan yang dilakukan oleh karena pengaruh oleh orang luar.
Pengaruh disini, dilancarkan berhubungan dengan adanya berbagai alasan yang
dianggap perlu oleh pihak yang mempengaruhinya. Kuat lemahnya alasan orang itu
merupakan bentuk pengaruh yang dilancarkan pengaruh itu. Bisa berupa saran,
teguran, tindakan, anjuran, nasehat, tekanan, paksaan, peringatan bahkan
ancaman.
Pengaruh-pengaruh
tersebut selain kadang sebagai tekanan ataupun paksaan, dan peringatan atau
ancaman. Bagi saya, masih bisa diambil ruang gerak dan memberi keleluasaan
untuk berfikir pada subyek maupun objek, untuk memilih dan menentukan tindakan
mana yang dipilih. Jadi masih ada hak melaksanakan kemauan bebasnya.
Maka itu atas
dasar moral orang dipandang khusus dalam pengertian mengenai dampak baik dan
buruk. Dengan kacamata masing-masing. Tapi yang jelas moral yang menjadi dasar
kategori orang ada niat ada hak melaskanakan kemauan bebas.
Ketika kita
dihadapkan pada dilema nilai-nilai pribadi dan integritas, kita berada dalam
satu keputusan batin. Lalu sesudah itu dinyatakan melalui bahasa terhadap
maslah tersebut. Lalu baru dapat difahami, lalu menjelma kepribadian murni.
Disitulah nilai-nilai berlaku.
Ia memerlukan
waktu, perumusan pengertian akan kejadian, penelusuran, penelitian menuju ke
sasaran pengalaman. Dalam hubungannya dengan nilai etis, ini belaknya menjurus
pada perbuatan, Perbuatan kitalah yang menjadi bahan tinjauan, kajian
pembicaraan orang lain sebagai koridor penilaian.
Peninjauan
tempat nilai-nilai etis itu ditempatkan dia menjadi objek pada saat mana etika
mencoba trik-trik lainnya.
Dengan demikian
saya bila mendapatkan satu masalah maka ada sistem nilai yang serta yang dianut
masyarakat yang menjadi dasar acuan khusus dimana di dalamnya bergumul
gejolak-gejolak aktifitas-aktifitas khusus yang heterogen yang berbeda. Pola
berfikir dan bekerjanya misalnya mereka yang kelompok agraris pedesaan dan
industri, perdagangan, perkotaan, yang terjadi pada umumnya dikota bersifat
egois dan individual. Kalau di kota barometernya materi dan kalau di desa
barometernya ketokohan, kelakuan dan kerukunan.
Maka saya akan
memahami situasi khusus ini dengan melakukan, menentukan masalah, kemungkinan
maslaah, mewancarainya, menganalisa, mendiskusikan dan menyimpulkannya.
Maka karena
sikap dan langkah persoalan itu tidak lepas dari sifat subjektif. Baik itu
sifat menentang, mendukung, ataupun menambah akan saya akomodir pendapat
berbagai pihak. Walau subjektif atau inter subjektifitas orang.
Demikian
beberapa pandangan saya dalam upaya mendeskripsikan pengalaman tentang
integritas dan kualitas, karakter kepemimpinan saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar