Selasa, 23 Juni 2015

urgen4



merembuk Permasalahan pelik Yang menimpa  Istri Saya, katur MOROSEPUH.

Sampai panjang lebar saya kisahkan  betapa sangat beratnya  menjadi Suami seorang pejabat, yang kesibukannya tak boleh digantikan oleh siapapun begini. Maka itu saya menuntut kepada Mertua untuk di bantu melakukan Pembinaan yang seimbang,  sebab baru setengah jalan saja  sudah begini beratnya tanggung jawab saya , mulai merekap, memageri, mengasuh , mengajari miniatur bagaimana menghadapi kasus, tetapi semua itu berujung dan berpangkal pada Indah sendiri, mau di damping  atau tidak. Sebab dia sudah merasa cukup dengan saran nasehat para Dukun dukun , yang pada dasarnya mereka menjerumuskan , dan berusaha agar Indah bisa rafak dari saya lalu akan mereka  Pungut, mereka rekayasa , mereka jual kepada Bandar Narkoba ,  Bandar mucikari pemuas nafsu  sex … sedang kan yang saya bisa adalah menawarkan mengajak Islah, Rujuk dan baik- baik menata diri , membenahi diri, membina diri, menjaga kehormatan sebagai keluarga Muslim.. dan meninggalkan embel embel  PNS . sebab dalam Rumah tangga adalah konsep kesejajaran yang mesti di kedepankan, konsep asah, asih dan asuh , konsep bantu membantu dan bahu membahu , bukan konsep hantam kromo beginian seperti yang dilakukan Indah.  Sikat lalu minggat . tidak memiliki keberanian mempertanggung jaawabkan  perbuatannya kepada suami, malah mengikuti saran orang lain orang luar, keluargane sri tomo yang  jelas- jelas salah !))100% Salah. Bertentangan dengan Nilai- nilai  Keluarga ,pancasila, kenegaraan dan  norma masyarakat lebih lebih aturan Agama.
Kembali saya sampaikan kepada Mertua, bahwa saya pun tak menghendaki hal demikian , tetapi Indah sendiri  yang tega, tegel, dingin dan tak mau membangun kamunikasi dua arah , sekalipun konflik kalau beliau mau  Berhadapan secara elegan, dan tidak nabok nyilih tangan, nyilah kekuatan dinas, pinjam kekuatan Preman dan kekejaman polisi, tentu saya tidak tega melakukan aliansi sommasi sedemikian Hebat. Sudah saya luncurkan Surat saya ini juga ke Menpan  untuk meninjau kembali  Pengangkatan  PNS , kepada Indah ini yang salah ,  sebab sejak pendaftaran pun sudah tak memenuhi  syarat dan kriteria.., hanya juga dengan usaha saya  , cari tanda tangan sana sini me maku up data sehingga dapat keterangan Wiyata Palsu 9 Tahun. Ini kalau saya usut lebih parah lagi , lebih-lebih kalau soal sogokan 110 juta itu akan saya usut lagi  , bisa seumur hidup penjara melebihi Bona papuntungan. Saya nggak main-main , seluruh LSM sudah saya kerahkan , Organisasi massa  sudah siap memback up saya , akan saya serahkan mekanismenya kepada  BA Reskrim dan Provos Polda  Jawa Tengah  soal penghinaan  lembaga perkawinan saya ini oleh Indah sebagai PNS , aparat Negara yang tak ada etika baik dan  mendukung keluarga.  Apalagi rekayasa kasus yang di lontarkan mertua perempuan  sungguh sangat menghiris iris ulu hati saya , saya sudah ngalah , sudah bertoleransi sejak menikahi Indah  selama ini kok tegel-tegelnya  megatke begitu saja, lalu memberikan Istri a, anak saya kepada GREMO  Sritomo, dan Gremo  Supawatin  tanpa pengawasan Saya . sungguh miniatur yang kebablasan yang ceroboh dan tak disadari oleh indah juga , bahwa kita sudah di jebak oleh  Sindikat  Dinas, Polisi, Keluarga besare  Mbah Jono  Darma, Orang-orang desa, Dukun dukun yang tidak suka, bahkan kiai-kiai  Desa yang akan kalah wewenang , pengaruh dan ketokohan dengan saya .   semua Perang pengaruh.
Milo  saya Warning kepada mertua  untuk berhati hati , dengan semua pernyataan Indah , yang main-main dalam lembaga perkawinan yang saya bangun .. coba   di pikirkan secara  Jernih dan mendalam . jangan kebrongot provokasi Indah sepihak , sampai  Mertua kebakaran jenggot. Saya kan sudah bilang  banyak sekali pihak pihak yang di untungkan di dinas tambakromo atas kecerobohan Indah tersebut . kalau Indah nggak memiliki nilai tawar  , tentu hal laporan saya tak akan di tanggapi. Begitupun , kalau saya ini bukan orang politik , dan berpengaruh di masyarakat pun saya sudah berada di jeruji penjara akibat kecerobohan mertua perempuan  begitu.
Himbauan saya  seluruh  keluarga besar magelang untuk diam menahan diri, dan berfikir secara jernih , wajar dan masuk akal, sebab Indah baru kena Virus  Jatuh cinta , entah kepada siapa saya tak tahu, wong namanya perempuan  cinta pasti di tutup tutupi , kalau benci ora gedugo ya di ketok ketokke , sidah RITInya  Indah,  sudah kelakuan  watege Indah , mbok kawino ping sewu , tetep mawon ra puas , tetep rese, jajalen lah buu, kawenkle mawon kaleh  IBAse sby,  TETEP MAWON NAKAL NGOTEN NIKU . KULO MPUN APAL WATAK WANTUNE . Milo niku kulo sabar ,   mangke  nek mpun sadar lak gelo dewe piyambake. Nek ibu morotuo, utawi bapak morotuo terlanjur sakit, utawi di pundut Gusti Allah menawi  Indah nembe sadar  sinten to sejatosipun tyang sepuh sing  ngemong Indah , nggih namung kulo niki. Milo awrat den koyo ngopo kulo saadar  , kulo bertahan , sebab yuswo pun 40 tahun lebih ,  menawi  kawin malih nggih telat mawon , kesel., rematik, ublaken,kantun nenggo mati mawon kok aneh-aneh. Menawi wonten sing kerso terus kawin temenanan   , nggih sumonggo , kulo aturaken asto kekalih. Namung sepindah malih, sedoyo wau mut mujt gulo , di wawas  kanti lebet , leres temenanan , nopo palsu serate. Lha nek namung kumpul kebo- kumpul kebonan ngeten niki di teroske nggih sumonggi , tapi mangke nek kandange kebo di bakar kalih masyarakat kolilo, kayen, tambakromo , gih kulo mboten nderek nderek.
Apa salahnya menghargai suami dan kembali kepada koderat sebagai muslimah sejati, menerima takdir allah, jangan pakek aji pumping begitu.membina keluarga Bahagia sejahtera, mawaddah warahmah , sebagaimana tujuan semula, berbagi rasa sepanjang Usia , bersama sama mengasuh anak  dalam suka maupun duka  di rasakan bersama, bukan dengan  jajag-jajag  dengan orang lain  beginian.aksi Cambrya 11.
 Kasihan nasib anak-anak pak, anak anak membutuhkan  Bapaknya , tetapi saya dipenjarakan oleh ancaman Mamoh, Ibu Mertua, Bahkan Indah sendiri. Di sewakan preman untuk di bunuh sama keluarga magelang. Mendingan saya zuhud dan saya serahkan kepada Allah, saya sembunyi di gua saja , daripada dihadapkan  kejahatan istrinya sendiri begini. Hanya untuk mohon secangkir kopi dan sepiring nasi sehari saja kok di bela belain seperti ini, kok kejam benar ya pak anak bapak Indah ini ,  Nangis  saya dalam hati  pak , jangankan cinta  ? rasa sayang secuilpun hilang tak punya.


Mantu

Drs Fadho’ilul  Hadi Mujtaba

Tidak ada komentar:

Posting Komentar