merembuk
Permasalahan pelik Yang menimpa Istri
Saya, katur MOROSEPUH.
Sampai panjang lebar saya
kisahkan betapa sangat beratnya menjadi Suami seorang pejabat, yang kesibukannya
tak boleh digantikan oleh siapapun begini. Maka itu saya menuntut kepada Mertua
untuk di bantu melakukan Pembinaan yang seimbang, sebab baru setengah jalan saja sudah begini beratnya tanggung jawab saya ,
mulai merekap, memageri, mengasuh , mengajari miniatur bagaimana menghadapi
kasus, tetapi semua itu berujung dan berpangkal pada Indah sendiri, mau di
damping atau tidak. Sebab dia sudah
merasa cukup dengan saran nasehat para Dukun dukun , yang pada dasarnya mereka
menjerumuskan , dan berusaha agar Indah bisa rafak dari saya lalu akan
mereka Pungut, mereka rekayasa , mereka
jual kepada Bandar Narkoba , Bandar
mucikari pemuas nafsu sex … sedang kan
yang saya bisa adalah menawarkan mengajak Islah, Rujuk dan baik- baik menata
diri , membenahi diri, membina diri, menjaga kehormatan sebagai keluarga
Muslim.. dan meninggalkan embel embel
PNS . sebab dalam Rumah tangga adalah konsep kesejajaran yang mesti di
kedepankan, konsep asah, asih dan asuh , konsep bantu membantu dan bahu membahu
, bukan konsep hantam kromo beginian seperti yang dilakukan Indah. Sikat lalu minggat . tidak memiliki
keberanian mempertanggung jaawabkan
perbuatannya kepada suami, malah mengikuti saran orang lain orang luar,
keluargane sri tomo yang jelas- jelas
salah !))100% Salah. Bertentangan dengan Nilai- nilai Keluarga ,pancasila, kenegaraan dan norma masyarakat lebih lebih aturan Agama.
Kembali saya sampaikan
kepada Mertua, bahwa saya pun tak menghendaki hal demikian , tetapi Indah
sendiri yang tega, tegel, dingin dan tak
mau membangun kamunikasi dua arah , sekalipun konflik kalau beliau mau Berhadapan secara elegan, dan tidak nabok
nyilih tangan, nyilah kekuatan dinas, pinjam kekuatan Preman dan kekejaman
polisi, tentu saya tidak tega melakukan aliansi sommasi sedemikian Hebat. Sudah
saya luncurkan Surat saya ini juga ke Menpan
untuk meninjau kembali
Pengangkatan PNS , kepada Indah
ini yang salah , sebab sejak pendaftaran
pun sudah tak memenuhi syarat dan kriteria..,
hanya juga dengan usaha saya , cari
tanda tangan sana sini me maku up data sehingga dapat keterangan Wiyata Palsu 9
Tahun. Ini kalau saya usut lebih parah lagi , lebih-lebih kalau soal sogokan
110 juta itu akan saya usut lagi , bisa
seumur hidup penjara melebihi Bona papuntungan. Saya nggak main-main , seluruh
LSM sudah saya kerahkan , Organisasi massa
sudah siap memback up saya , akan saya serahkan mekanismenya kepada BA Reskrim dan Provos Polda Jawa Tengah
soal penghinaan lembaga
perkawinan saya ini oleh Indah sebagai PNS , aparat Negara yang tak ada etika
baik dan mendukung keluarga. Apalagi rekayasa kasus yang di lontarkan
mertua perempuan sungguh sangat
menghiris iris ulu hati saya , saya sudah ngalah , sudah bertoleransi sejak
menikahi Indah selama ini kok tegel-tegelnya megatke begitu saja, lalu memberikan Istri a,
anak saya kepada GREMO Sritomo, dan
Gremo Supawatin tanpa pengawasan Saya . sungguh miniatur yang
kebablasan yang ceroboh dan tak disadari oleh indah juga , bahwa kita sudah di
jebak oleh Sindikat Dinas, Polisi, Keluarga besare Mbah Jono
Darma, Orang-orang desa, Dukun dukun yang tidak suka, bahkan
kiai-kiai Desa yang akan kalah wewenang
, pengaruh dan ketokohan dengan saya .
semua Perang pengaruh.
Milo
saya Warning kepada mertua untuk
berhati hati , dengan semua pernyataan Indah , yang main-main dalam lembaga
perkawinan yang saya bangun .. coba di
pikirkan secara Jernih dan mendalam .
jangan kebrongot provokasi Indah sepihak , sampai Mertua kebakaran jenggot. Saya kan sudah bilang banyak sekali pihak pihak yang di untungkan
di dinas tambakromo atas kecerobohan Indah tersebut . kalau Indah nggak
memiliki nilai tawar , tentu hal laporan
saya tak akan di tanggapi. Begitupun , kalau saya ini bukan orang politik , dan
berpengaruh di masyarakat pun saya sudah berada di jeruji penjara akibat
kecerobohan mertua perempuan begitu.
Himbauan saya seluruh
keluarga besar magelang untuk diam menahan diri, dan berfikir secara
jernih , wajar dan masuk akal, sebab Indah baru kena Virus Jatuh cinta , entah kepada siapa saya tak
tahu, wong namanya perempuan cinta pasti
di tutup tutupi , kalau benci ora gedugo ya di ketok ketokke , sidah
RITInya Indah, sudah kelakuan watege Indah , mbok kawino ping sewu , tetep
mawon ra puas , tetep rese, jajalen lah buu, kawenkle mawon kaleh IBAse sby,
TETEP MAWON NAKAL NGOTEN NIKU . KULO MPUN APAL WATAK WANTUNE . Milo niku kulo sabar ,
mangke nek mpun sadar lak gelo
dewe piyambake. Nek ibu morotuo, utawi bapak morotuo terlanjur sakit, utawi di
pundut Gusti Allah menawi Indah nembe
sadar sinten to sejatosipun tyang sepuh
sing ngemong Indah , nggih namung kulo
niki. Milo awrat den koyo ngopo kulo saadar
, kulo bertahan , sebab yuswo pun 40 tahun lebih , menawi
kawin malih nggih telat mawon , kesel., rematik, ublaken,kantun nenggo
mati mawon kok aneh-aneh. Menawi wonten sing kerso terus kawin temenanan , nggih sumonggo , kulo aturaken asto
kekalih. Namung sepindah malih, sedoyo wau mut mujt gulo , di wawas kanti lebet , leres temenanan , nopo palsu
serate. Lha nek namung kumpul kebo- kumpul kebonan ngeten niki di teroske nggih
sumonggi , tapi mangke nek kandange kebo di bakar kalih masyarakat kolilo,
kayen, tambakromo , gih kulo mboten nderek nderek.
Apa salahnya menghargai suami dan kembali
kepada koderat sebagai muslimah sejati, menerima takdir allah, jangan pakek aji
pumping begitu.membina keluarga Bahagia sejahtera, mawaddah warahmah ,
sebagaimana tujuan semula, berbagi rasa sepanjang Usia , bersama sama mengasuh
anak dalam suka maupun duka di rasakan bersama, bukan dengan jajag-jajag
dengan orang lain beginian.aksi
Cambrya 11.
Kasihan nasib anak-anak pak, anak anak
membutuhkan Bapaknya , tetapi saya
dipenjarakan oleh ancaman Mamoh, Ibu Mertua, Bahkan Indah sendiri. Di sewakan
preman untuk di bunuh sama keluarga magelang. Mendingan saya zuhud dan saya
serahkan kepada Allah, saya sembunyi di gua saja , daripada dihadapkan kejahatan istrinya sendiri begini. Hanya
untuk mohon secangkir kopi dan sepiring nasi sehari saja kok di bela belain
seperti ini, kok kejam benar ya pak anak bapak Indah ini , Nangis
saya dalam hati pak , jangankan
cinta ? rasa sayang secuilpun hilang tak
punya.
Mantu
Drs Fadho’ilul Hadi Mujtaba
Tidak ada komentar:
Posting Komentar