Walaupun dari sisi akademis saya menghafal dan faham, saya yang begitu mendalami
ajaran-ajaran agama sejak lahir, saya tahu persis apa penafsirannya, ternyata
penghayatan saya masih sangat Kurang. Nah.. makanya aku datang untuk menceritakan kepada anda sekalian, silakan di pelajari sendiri dengan detail dulu begitu
ujarku kepada bang Dull. Dan akhirnya aku berpamitan dengan Malaikat yang
mengajarkan pengertian itu ? ya saya
sekali saya ucapkan terimakasih kepada
bapak malaikat , tapi itu hanya untuk kami berdua (aku dan bang Dull) yang sama
sama faham persis ajaran kaum Arwah
karena saya tahu orang lain tak akan percaya .Lalu Malaikat
berkata pada kami berdua “ Ya saya juga tahu, saya sudah tahu dari
dulu-dulu., saya waktu masih belajar juga begitu, ngeyelan, nah itulah kena batunya kalau ketemu dengan
yang argumennya jitu ., Cuma apakah anda
sekalian bersedia mentablighkan kebenaran ini kepad teman-teman
anda di alam Normal, seperti Nardi , Lubab, Naryo, Saepudin, Chareq, lek Yoto ,
kang hari , Arfath, Zubed, Huda dan Mardi yang
masih hidup. Ya kami bersedia , “jawab kami . kesimpulannya bahwa manusia itu tak ada yang sempurna ,
yang tatat dan mau mendengarkan petunjuk
yang maha kuasa , maha sempurna, maha mendengar maha benar, dan yang maha tahu hanya satu ,
yaitu Gusti Allah . allahu akbar.
Mancahari sesuatu yang terasing.akhirnya malah semakin kehilangan
.. yakin kehilangan semuanya, aku hialang ingatan , aku hialang arah hidup ,
bidukku oleng, aku harus di ingatkan….Kuranthill.. keciparatan mukti
koreksi…..Facebook ddik43@yahoo.com//kongco. Didik cov@gmail.com//aperabi
Gentayangan43@yahoo.com
.. sholikul Hadi,Didik dik, Indah Wahyu wewe @Gombel.com
Kau tak layak bertanya
kepadaku soal-hari-hariku,
ekspresi kesendirian, ekspresi kesepian yang mencekam, terhimpit pengasingan
yang dilakukan konspirasi untuk menjeratku, dalam penderitaan yang panjang,
penderitaan yang di alami seperti ini. Namun aku berusaha sebisa mungkin,
mengolah otakku untuk berpikir, meski aku sadar
tak ada seorangpun rela mendukung aku., kawasan ini tak ada batasnya .
opposisi-opposisi oportunis tidak rela mendermakan sesenpun uangnya untuk
kepentingan politik maupun ideolodi.
Apalagi swemua semakin tak layak , tak jelas dalam lanskap yang terpecah
Krisis.. krisi.. krisis - Sang bromocorah menghargai nilai-nilai
Aku mengabdi pada nilai-nilai ya allah.
Nilai-nilai yang kau tanamkan dalam ahtiku .
Mengaktifkan Indra ke enam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar