Selasa, 23 Juni 2015

indra 6



Walaupun dari sisi akademis saya menghafal dan  faham, saya yang begitu mendalami ajaran-ajaran agama sejak lahir, saya tahu persis apa penafsirannya, ternyata penghayatan saya masih sangat Kurang. Nah.. makanya aku datang  untuk menceritakan  kepada anda sekalian, silakan  di pelajari sendiri dengan detail dulu begitu ujarku kepada bang Dull. Dan akhirnya aku berpamitan dengan Malaikat yang mengajarkan pengertian itu  ? ya saya sekali  saya ucapkan terimakasih kepada bapak malaikat , tapi itu hanya untuk kami berdua (aku dan bang Dull) yang sama sama faham  persis ajaran kaum Arwah karena  saya tahu  orang lain tak akan percaya .Lalu  Malaikat  berkata pada kami berdua “ Ya saya juga tahu, saya sudah tahu dari dulu-dulu., saya waktu masih belajar juga begitu, ngeyelan,  nah itulah kena batunya kalau ketemu dengan yang argumennya jitu ., Cuma apakah  anda sekalian  bersedia  mentablighkan kebenaran ini kepad teman-teman anda di alam Normal, seperti Nardi , Lubab, Naryo, Saepudin, Chareq, lek Yoto , kang hari , Arfath, Zubed, Huda dan Mardi yang  masih hidup. Ya kami bersedia , “jawab kami . kesimpulannya  bahwa manusia itu tak ada yang sempurna , yang tatat dan mau mendengarkan petunjuk  yang maha kuasa , maha sempurna, maha mendengar  maha benar, dan yang maha tahu hanya satu , yaitu Gusti Allah . allahu akbar.
Mancahari sesuatu yang terasing.akhirnya malah semakin kehilangan .. yakin kehilangan semuanya, aku hialang ingatan , aku hialang arah hidup , bidukku oleng, aku harus di ingatkan….Kuranthill.. keciparatan mukti koreksi…..Facebook ddik43@yahoo.com//kongco. Didik cov@gmail.com//aperabi Gentayangan43@yahoo.com .. sholikul Hadi,Didik dik, Indah Wahyu wewe @Gombel.com


Kau tak layak bertanya  kepadaku  soal-hari-hariku, ekspresi kesendirian, ekspresi kesepian yang mencekam, terhimpit pengasingan yang dilakukan konspirasi untuk menjeratku, dalam penderitaan yang panjang, penderitaan yang di alami seperti ini. Namun aku berusaha sebisa mungkin, mengolah otakku untuk berpikir, meski aku sadar  tak ada seorangpun rela mendukung aku., kawasan ini tak ada batasnya . opposisi-opposisi oportunis tidak rela mendermakan sesenpun uangnya untuk kepentingan politik  maupun ideolodi. Apalagi swemua semakin tak layak , tak jelas dalam lanskap yang terpecah

Krisis.. krisi.. krisis - Sang bromocorah menghargai nilai-nilai
Aku mengabdi pada nilai-nilai ya allah. Nilai-nilai yang kau tanamkan dalam ahtiku .

Mengaktifkan Indra ke enam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar