Agar anak-cucunya rukun saja sudah cukup
melihat anak-istrinya makan-minum saja sudah senang..Sesama mereka tidak bisa
omong, terbentang jarak antara satu dengan yang lain , mau ngomong saja susah ,
mau mengutarakan kebutuhan saja susah, kalau aku ajak mereka ngomong , mereka
diam saja, mereka seperti tidak mau mendengar omongan orang lain selain
pendapatnya sendiri, mau ngomong saja
susah sekali karena keterbatasan bahasa , atau perasaan yang sama sama tidak
enak, mungkin yang diandalakan di
alam arwah adalah tinggal hati dan
perasaan,Tarji bertanya padaku , “ya mungkin barangkali harus memiliki
ilmu kadigdayanku untuk masuk ke alam arwah, kekuatan gaib lebih, untuk
berbicara dengan antara alam arwah?”. Jawabku”ya kalau pingin tahu ya coba
sendiri, begitu kita konsentrasi dan mengumpulkan segenap kekuatan dan bekal
yang cukup untuk kembali dengan cepat supaya aku dapat berbicara dengan
keluargaku, ibuku , kakekku nenekku, dan saudaraku, dalam hati kecilku selam
ini aku ingin sekaqli ngobrol santai kekeluargaan dengan mereka tetapi
perbedaan alam dan setatus sosisl, gengsi sebagai orang alam nyata, mereka
tidak bisa , dianggapnya setiap pembicaraanku menyinbggung mereka,
membingungkana mereka, memboroskan waktu , seperti orang ndleming , kehilangan
akal, ada juga alas an lain yang tidak bisa mereka terima, padahal rumah kami
berdempetan berdekatan , dan kami dari jhalaur keluarga yang sama . kalau
dirumahnya saja kok boleh dimasuki,
lumayan bis bertemu sampai dekat, yang paling jengkel adalah tidak bisa ngobrol.
Waktu begitu sepi ia terlalu berpamrih , aku bisa menembus dunia saja tidak
cukup dengan kejujuran , ketyulusan dan kesaktian , tapi harus banyak duit , oh
betapa menyakitkan memasuki dunia alam normal. Sungguh tiada ketulusan dan
keikhlasan, dia hanya akan mendekatiku bila aku mau memasuki dunianya orang
hidup, kata mereka .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar