Selasa, 23 Juni 2015

apa apa



Agar anak-cucunya rukun saja sudah cukup melihat anak-istrinya makan-minum saja sudah senang..Sesama mereka tidak bisa omong, terbentang jarak antara satu dengan yang lain , mau ngomong saja susah , mau mengutarakan kebutuhan saja susah, kalau aku ajak mereka ngomong , mereka diam saja, mereka seperti tidak mau mendengar omongan orang lain selain pendapatnya sendiri, mau ngomong  saja susah sekali karena keterbatasan bahasa , atau perasaan yang sama sama tidak enak, mungkin yang diandalakan  di alam  arwah adalah tinggal hati dan perasaan,Tarji bertanya padaku , “ya mungkin barangkali harus memiliki ilmu  kadigdayanku untuk masuk ke  alam arwah, kekuatan gaib lebih, untuk berbicara dengan antara alam arwah?”. Jawabku”ya kalau pingin tahu ya coba sendiri, begitu kita konsentrasi dan mengumpulkan segenap kekuatan dan bekal yang cukup untuk kembali dengan cepat supaya aku dapat berbicara dengan keluargaku, ibuku , kakekku nenekku, dan saudaraku, dalam hati kecilku selam ini aku ingin sekaqli ngobrol santai kekeluargaan dengan mereka tetapi perbedaan alam dan setatus sosisl, gengsi sebagai orang alam nyata, mereka tidak bisa , dianggapnya setiap pembicaraanku menyinbggung mereka, membingungkana mereka, memboroskan waktu , seperti orang ndleming , kehilangan akal, ada juga alas an lain yang tidak bisa mereka terima, padahal rumah kami berdempetan berdekatan , dan kami dari jhalaur keluarga yang sama . kalau dirumahnya  saja kok boleh dimasuki, lumayan bis bertemu sampai dekat, yang paling jengkel adalah tidak bisa ngobrol. Waktu begitu sepi ia terlalu berpamrih , aku bisa menembus dunia saja tidak cukup dengan kejujuran , ketyulusan dan kesaktian , tapi harus banyak duit , oh betapa menyakitkan memasuki dunia alam normal. Sungguh tiada ketulusan dan keikhlasan, dia hanya akan mendekatiku bila aku mau memasuki dunianya orang hidup, kata mereka .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar