Selasa, 23 Juni 2015

mencari



saat aku telah 'syah' menjadi milik mu,

'syah' menjadi bagian dari jiwa mu,

'syah' menjadi tanggung jawab mu,

cintailah aku selalu, terus selama nya dengan cinta yang sama seperti saat ini,

jangan pernah kau mengurangi nya sedikit pun atau bahkan membagikan nya:



nanti

saat aku menjadi keras, saat aku menjadi manja,

janganlah mengeluh, jangan menjauhi aku, jangan membenci aku, karna lelah mengarungi dalam nya hatiku,

karna lelah dengan keras nya isi kepala ku; tetap lah terus cintai aku, terus yakinkan aku dengan keyakinan mu.

dan peluklah aku.



nanti,

saat aku lemah, saat aku merasa sendiri

tetaplah selalu menjadi yang pertama yang selalu siap sedia untuk ku

usap lah air mata ku, bawalah dan sandarkanlah kepalaku di bahu mu.

yakinkan aku; dan lagi 'peluklah aku.'



nanti,

saat aku tak dengan fisik ini,

yakinkan aku, bahwa aku tetap yang tercantik untuk mu,

yakinkan aku, bahwa kau selau mencintai aku.



KapernDi Solo, rakyat biasa sangat mudah bertemu dengan walikotanya. foto satu, bersama Walikota Jokowi pada Januari 2012; foto kedua, bersama Walikota Rudi dua hari setelah beliau dilantik. Harusnya memang tidak ada jarak antara pemimpin dengan rakyatnyaaum (=segar) adalah kota kecil yang berada di daerah pinggiran danau Galilea. Yang didiami orang pada abad ke 2 sebelum masehi sampai ke abad 11 sesudah masehi. Jumlah penduduknya pada waktu itu sekitar seribu lima ratus jiwa, yang sebagian besar adalah nelayan dan merupakan lintas perdagangan yang menghubungkan Mesir dan Siria.
Yesus meninggalkan Nazaret dan ke Kapernaum dimana Petrus, Andreas, Yohanes tinggal. Dimana ada Yesus di situ ada damai sejahtera, sukacita, kesegaran, itu sebabnya Kapernaum segar / beda dari yang lain karena ada Yesus di situ. Sama dengan anak Tuhan, jika ada Yesus didalam kehidupannya, akan terjadi kesegaran rohani / sukacita / damai / tetap bersemangat. Karena itu tidak heran jika ada anak Tuhan yang pribadinya ada damai sejahtera dan sepertinya tidak pernah susah, walaupun sebenarnya kesusahannya banyak, tetapi karena ada tuhan, jadi lain suasananya.
Kehadiran Yesus membawa berkat di Nazaret dan bait Allah. Yesus pergi ke Kapernaum, karena orang Nazaret tidak suka dengan Yesus, bahkan mereka ingin membunuhNya. Karena Yesus mengajar di Bait Allah dan menegur / membukakan kesalahan mereka. Diakhir jaman akan muncul orang akan mengundang hamba Allah yang sesuai / menyenangkan telinga mereka. Hamba Tuhan yang menegur kekurangan tidak akan laku di akhir jaman. Dan ini sudah Yesus alami di kampungNya sendiri.

Yesus pergi ke Kapernaum yang membuka hati buat Yesus. Kita juga mau buka hati buat Yesus kapan saja. Pagi hari sebelum menjalankan aktivitas kita datang kepada Yesus. Kalau mengawali aktivitas kita sudah buka hati buat Yesus, maka sepanjang hari, Yesus akan menolong / memberikan kesegaran. Walau banyak kerjaan, kita tetap bersemangat karena Yesus. Kita belajar buka hati buat Yesus seperti Kapernaum, sehingga terjadi kesegaran yang luar biasa dan kenyamanan. Sekalipun beban / persoalan / masalah banyak, kalau kita buka hati seperti Kapernaum, akan melahirkan kesegaran / kenyamanan setiap saat. Dan otomatis semangat hidup kita tetap ada.

"Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.) 10 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." 11 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? 12
Ora tau roh  anak bojo  libur dino setu, no omah sewaktu semua  penurunan penyakit.iki  penggawean ijeh akeh
Kami semua dalam kepanikan, karena Aisyah sudah seperti keluarga, aku sendiri yang tak paham 100% metode, cara, waktu, dan semuanya dari alam jin, yang tentu berbeda dengan alam manusia, padahal kalau bahas jin, harusnya logika kita membuat ukuran alam mereka, bukan lagi alam kita, sebagaimana kalau bahas malaikat, seharusnya logika kita harusnya dimasukkan ke alam mereka agar pembahasan itu tepat, sebagaimana juga orang mau goreng tempe, tau kan goreng tempe, orang mau goreng tempe itu harus logikanya masuk ke membuat adukan tepung dan ukuran air dan bagaimana menggoreng sehingga dihasilkan gorengan yang tepat, tak beda sebenarnya dengan hal yang lain apapun di dunia ini, jika mau melakukan sesuatu apapun akal kita harus masuk ke dalam bidang yang akan kita lakukan, jangan dicampur aduk, misal mau goreng tempe memakai resep cara nyangkul sawah, sudah pasti tak akan jadi, semoga paham dengan apa yang saya maksudkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar