saat aku telah 'syah'
menjadi milik mu,
'syah' menjadi bagian dari jiwa mu,
'syah' menjadi tanggung jawab mu,
cintailah aku selalu, terus selama nya dengan cinta yang sama seperti saat ini,
jangan pernah kau mengurangi nya sedikit pun atau bahkan membagikan nya:
nanti
saat aku menjadi keras, saat aku menjadi manja,
janganlah mengeluh, jangan menjauhi aku, jangan membenci aku, karna lelah mengarungi dalam nya hatiku,
karna lelah dengan keras nya isi kepala ku; tetap lah terus cintai aku, terus yakinkan aku dengan keyakinan mu.
dan peluklah aku.
nanti,
saat aku lemah, saat aku merasa sendiri
tetaplah selalu menjadi yang pertama yang selalu siap sedia untuk ku
usap lah air mata ku, bawalah dan sandarkanlah kepalaku di bahu mu.
yakinkan aku; dan lagi 'peluklah aku.'
nanti,
saat aku tak dengan fisik ini,
yakinkan aku, bahwa aku tetap yang tercantik untuk mu,
yakinkan aku, bahwa kau selau mencintai aku.
'syah' menjadi bagian dari jiwa mu,
'syah' menjadi tanggung jawab mu,
cintailah aku selalu, terus selama nya dengan cinta yang sama seperti saat ini,
jangan pernah kau mengurangi nya sedikit pun atau bahkan membagikan nya:
nanti
saat aku menjadi keras, saat aku menjadi manja,
janganlah mengeluh, jangan menjauhi aku, jangan membenci aku, karna lelah mengarungi dalam nya hatiku,
karna lelah dengan keras nya isi kepala ku; tetap lah terus cintai aku, terus yakinkan aku dengan keyakinan mu.
dan peluklah aku.
nanti,
saat aku lemah, saat aku merasa sendiri
tetaplah selalu menjadi yang pertama yang selalu siap sedia untuk ku
usap lah air mata ku, bawalah dan sandarkanlah kepalaku di bahu mu.
yakinkan aku; dan lagi 'peluklah aku.'
nanti,
saat aku tak dengan fisik ini,
yakinkan aku, bahwa aku tetap yang tercantik untuk mu,
yakinkan aku, bahwa kau selau mencintai aku.
KapernDi Solo, rakyat biasa sangat mudah bertemu dengan
walikotanya. foto satu, bersama Walikota Jokowi pada Januari 2012; foto kedua,
bersama Walikota Rudi dua hari setelah beliau dilantik. Harusnya memang tidak
ada jarak antara pemimpin dengan rakyatnyaaum (=segar)
adalah kota
kecil yang berada di daerah pinggiran danau Galilea. Yang didiami orang pada
abad ke 2 sebelum masehi sampai ke abad 11 sesudah masehi. Jumlah penduduknya
pada waktu itu sekitar seribu lima
ratus jiwa, yang sebagian besar adalah nelayan dan merupakan lintas perdagangan
yang menghubungkan Mesir dan Siria.
Yesus
meninggalkan Nazaret dan ke Kapernaum dimana Petrus, Andreas, Yohanes tinggal.
Dimana ada Yesus di situ ada damai sejahtera, sukacita, kesegaran, itu sebabnya
Kapernaum segar / beda dari yang lain karena ada Yesus di situ. Sama dengan
anak Tuhan, jika ada Yesus didalam kehidupannya, akan terjadi kesegaran rohani
/ sukacita / damai / tetap bersemangat. Karena itu tidak heran jika ada anak
Tuhan yang pribadinya ada damai sejahtera dan sepertinya tidak pernah susah,
walaupun sebenarnya kesusahannya banyak, tetapi karena ada tuhan, jadi lain
suasananya.
Kehadiran Yesus
membawa berkat di Nazaret dan bait Allah. Yesus pergi ke Kapernaum, karena
orang Nazaret tidak suka dengan Yesus, bahkan mereka ingin membunuhNya. Karena
Yesus mengajar di Bait Allah dan menegur / membukakan kesalahan mereka. Diakhir
jaman akan muncul orang akan mengundang hamba Allah yang sesuai / menyenangkan
telinga mereka. Hamba Tuhan yang menegur kekurangan tidak akan laku di akhir
jaman. Dan ini sudah Yesus alami di kampungNya sendiri.
Yesus pergi ke
Kapernaum yang membuka hati buat Yesus. Kita juga mau buka hati buat Yesus
kapan saja. Pagi hari sebelum menjalankan aktivitas kita datang kepada Yesus.
Kalau mengawali aktivitas kita sudah buka hati buat Yesus, maka sepanjang hari,
Yesus akan menolong / memberikan kesegaran. Walau banyak kerjaan, kita tetap
bersemangat karena Yesus. Kita belajar buka hati buat Yesus seperti Kapernaum,
sehingga terjadi kesegaran yang luar biasa dan kenyamanan. Sekalipun beban /
persoalan / masalah banyak, kalau kita buka hati seperti Kapernaum, akan
melahirkan kesegaran / kenyamanan setiap saat. Dan otomatis semangat hidup kita
tetap ada.
"Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku,
seorang Samaria?"
(Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.) 10 Jawab Yesus
kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia
yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta
kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup." 11 Kata
perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini
amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? 12
Ora tau roh anak bojo
libur dino setu, no omah sewaktu semua
penurunan penyakit.iki penggawean
ijeh akeh
Kami semua dalam kepanikan, karena Aisyah sudah
seperti keluarga, aku sendiri yang tak paham 100% metode, cara, waktu, dan
semuanya dari alam jin, yang tentu berbeda dengan alam manusia, padahal kalau
bahas jin, harusnya logika kita membuat ukuran alam mereka, bukan lagi alam
kita, sebagaimana kalau bahas malaikat, seharusnya logika kita harusnya
dimasukkan ke alam mereka agar pembahasan itu tepat, sebagaimana juga orang mau
goreng tempe, tau kan goreng tempe, orang mau goreng tempe itu harus logikanya
masuk ke membuat adukan tepung dan ukuran air dan bagaimana menggoreng sehingga
dihasilkan gorengan yang tepat, tak beda sebenarnya dengan hal yang lain apapun
di dunia ini, jika mau melakukan sesuatu apapun akal kita harus masuk ke dalam
bidang yang akan kita lakukan, jangan dicampur aduk, misal mau goreng tempe
memakai resep cara nyangkul sawah, sudah pasti tak akan jadi, semoga paham
dengan apa yang saya maksudkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar