Selasa, 23 Juni 2015

sponsor



Meningkatkan Keyakinan

Pembunuh Motivasi pertama adalah kurangnya kepercayaan. Ketika hal ini terjadi pada saya, itu biasanya karena aku berfokus sepenuhnya pada apa yang saya inginkan dan mengabaikan apa yang saya sudah punya. Bila Anda hanya berpikir tentang apa yang Anda inginkan, pikiran Anda menciptakan penjelasan mengapa Anda tidak mendapatkan itu. Hal ini menciptakan pikiran negatif. Kegagalan masa lalu, istirahat yang buruk, dan kelemahan pribadi mendominasi pikiran Anda. Anda menjadi cemburu pesaing Anda dan mulai membuat alasan untuk mengapa Anda tidak dapat berhasil. Dalam keadaan ini, Anda cenderung membuat kesan buruk, mengasumsikan yang terburuk tentang orang lain, dan kehilangan kepercayaan diri.

Cara untuk keluar dari pola pikir adalah fokus pada rasa syukur. Sisihkan waktu untuk fokus pada segala sesuatu yang positif dalam hidup Anda. Buatlah daftar kekuatan mental Anda, kesuksesan masa lalu, dan keuntungan saat ini. Kita cenderung untuk mengambil kekuatan kami untuk diberikan dan memikirkan kegagalan kita. Dengan membuat upaya untuk merasa bersyukur, Anda akan menyadari betapa kompeten dan sukses Anda sudah berada. Ini akan meremajakan rasa percaya diri Anda dan membuat Anda termotivasi untuk membangun kesuksesan Anda saat ini.

Mungkin terdengar aneh bahwa mengulangi hal-hal yang Anda sudah tahu dapat meningkatkan pola pikir Anda, tapi itu luar biasa efektif. Pikiran mendistorsi realitas untuk mengkonfirmasi apa yang ingin percaya. Semakin Anda berpikir negatif, contoh yang lebih pikiran Anda akan menemukan mengkonfirmasi keyakinan itu. Ketika Anda benar-benar percaya bahwa Anda layak sukses, pikiran Anda akan menghasilkan cara-cara untuk mencapainya. Cara terbaik untuk membawa kesuksesan kepada diri sendiri adalah benar-benar keinginan untuk menciptakan nilai bagi seluruh dunia.
"Jangan mengatakan namanya. Tidak menunjukkan wajahnya. Ingat nama-nama ini sebagai gantinya."- guru SMA lama Witz Miss penghormatan kepada para\
Hanya cinta dan menerima diri Anda persis bagaimana Anda. Perjuangan akan hilang dan energi Anda akan menjadi reservoir besar cinta menetap dan santai, maka Anda dapat mendengarkan secara mendalam dan mempercayai keberadaan batin Anda."

~ Swami Rajneesh (Diterjemahkan oleh Bing)

SEBUAH jalan di kota kecil dekat Sydney nampak orang keluar terhuyung-huyung dari sebuah flat. Di bagian perut orang itu terdapat beberapa lubang tusukan. Darah mengalir pelan dari situ. Ia tak bisa bicara karena mulutnya masih terbalut dengan plester. Tangannya terikat ke belakang. Ia jalan di atas trotoir sempoyongan berusaha menjauhi flat darimana ia keluar.
Seorang yang kebetulan lewat, tergopoh-gopoh menanyai orang tersebut apa yang terjadi. Ia menghentikannya dan membantunya untuk berbaring di lantai trotoir yang dingin. Lalu melepas plester di mulut dan mengurai tali yang mengikat tangannya. Ternyata korban tusukan itu berhasil keluar dari flat setelah ia disandera beberapa jam sebelumnya. Untunglah orang yang ditemui di jalan itu punya sertifikat first aid (P3K). Ia segera melepas kaosnya dan menekan lubang di perut untuk menghentikan pendarahan. Lalu ia panggil ambulance dan polisi sekaligus dengan hp.
Selama menunggu datangnya ambulance, penolong itu menanyai nama korban. Mencoba membuatnya untuk tetap terjaga. Ia tanyai kapan terakhir liburan? Apa saja yang dilakukan saat liburan? Ia mencoba menenangkan korban dengan ingatan-ingatan yang menyenangkan. Ia juga meyakinkan untuk tidak terlalu kuatir karena pertolongan segera datang. Semua akan baik-baik saja. Sesekali ia dengar orang tersebut kentut dan seperti ada angin yang keluar dari lubang di perutnya. Kondisi korban makin lemah. Mulutnya mengeluarkan darah segar.
Dalam kursus-kursus first aid, penolong penderita kecelakaan memang disarankan untuk membuat korban jadi setenang mungkin. Terutama pada korban kecelakaan yang mengalami shock. Dengan membuatnya tenang dengan sendirinya denyut nadinya akan lebih stabil sehingga tidak membuat pendarahan makin parah. Pertama dan yang paling penting ialah dengan meyakinkan korban bahwa keadaan akan segera membaik. Bahwa petugas ambulance akan segera datang secepatnya untuk menolongnya.
Ketika penulis melihat kecelakaan di Indonesia (Malaysia?) lewat youtube, masyarakat yang berusaha menolong korban juga berbuat sama (Sumber). Mencoba menenangkan si korban kecelakaan namun beda caranya. Korban yang mengalami pendarahan cukup berat di kepalanya tersebut nampak tidak sadarkan diri. Kondisinya amat lemah. Korban seperti tidak merespon omongan para penolong. Ia seperti kesulitan bernafas. Penolong tersebut membaringkan korban dalam posisi terlentang di pinggir jalan dan mulai membacakan kalimat-kalimat agama. Sesekali membisikkan kalimat agama itu di telinga korban dan keras-keras menyebut kebesaran nama Tuhannya.
Pertama yang dilakukan untuk menolong korban kecelakaan adalah dengan memastikan bahwa tidak ada benda atau darah yang menyumpal di mulut dan tenggorokan penderita sehingga menghambat jalan pernafasannya. Dengan membaringkan korban dalam posisi terlentang, korban akan lebih sulit untuk bernafas. Seharusnya korban dibaringkan dalam posisi miring (recovery position) sehingga memperlancar jalannya udara dan mempermudah korban untuk bernafas karena posisi lidah tidak masuk ke dalam tapi ke samping.
Untunglah petugas ambulance segera datang dan membawa korban ke rumah sakit. Tidak diketahui akhir dari keduanya. Apakah jiwanya tertolong apa tidak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar