Kepada YTH : Bp. Sunarto
Dengan segala Hormat,
Karena kasus yang
menimpa saudara Indah Wahyu Widyawati ni
Sudah masuk wilayah Pers, Sosial media, Tribun JATENG dan hal –hal ini
Sudah diteliti Oleh TIM independen dan dari Inspektorat
pemerintshsn Kota , Kepolisian
Mulai Mabes, sampai Polres, Bawasda, BKD,PemProv, dan Pemda Pol PP, dan penegak
Disiplin PNS dari dinas-Dinas terkait,
juga dalam pantauan LSM-LSM dan jaringan penegak disiplin aparatur
negara bekerjasama dengan KPK,maka mohon sedikit kesabarannya kepada Bapak ,
untuk menunggu keputusan mereka semua , termasuk menunggu saran Bupati Pati CQ.
Bpk. Sarpan setelah kemarin saya mengahadap.
Ada dua
Opsi kalau terbukti Skandal kasus, Kawin
– kawinan Siri, perselingkuhan dg dan beserta
oknum ttt,maka kemungkinan besar akan kalau terbukti ,akan di lakukan penskorsan dilanjutkan penon-aktifan sebagai PNS kepada
Saudari Indah Wahyu Widyawati , kalau
belum terbukti maka ,karena telah menimbulkan Rumors yang
meresahkan masyarakat muslim dan adat Tambakromo , mungkin direkomendasikan untuk di mutasikan di tempat
yang sangat terpencil.
Hormat kami,
Sholihul Hadi
Kebodohan di sini adalah ketiadaan ma’rifah
(pengetahuan mendalam) mereka terhadap Rabb dan agamanya. Bisa jadi
memang, dunia Islam tidak kalah canggih dan intelek, tetapi itu hanyalah
pengulangan kondisi Arab sebelum datang Islam. Dunia Arab sebelum Islam, juga
memiliki peradaban tinggi yang terbukti dari kemampuan mereka membuat tata kota
yang bagus, pengairan sawah yang baik, serta karya seni bernilai tinggi.
Tetapi, sejarah Islam tetap memposisikan mereka sebagai
era Jahiliyah. Sebab, keilmuan yang mereka miliki
tidak mampu menolong mereka untuk mengetahui siapa Tuhan mereka sebenarnya,
justru mereka menyembah dan mengagungkan produk budaya mereka sendiri yaitu
berhala-berhala yang indah yang mereka ciptakan.
Perhatikan umat Islam saat ini, umumnya
mereka jauh dari agamanya, jauh dari Al Quran dan Sunnah nabinya, tetapi lebih
dekat bahkan sampai taraf memberikan cinta terhadap budaya, pemikiran dan
akhlak Barat yang nota bene non muslim yang justru hendak
menghancurkannya. Sayangnya mereka tidak menyadarinya.
Hal ini membawa dampak lainnya; masjid yang
sepi kecuali shalat Jumat, merosotnya moral baik pejabat atau rakyatnya, ibadah
hanya menjadi rutinitas kosong belaka tanpa bekas dan pengaruh dalam kehidupan,
ulama tidak berwibawa baik ilmu dan perbuatannya, pergaulan bebas remaja, angka
perceraian yang tinggi, pornografi dan porno aksi dianggap biasa, dan segudang
permasalahan lainnya. Ini semua berawal dari kebodohan terhadap
agama, sebab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah berjanji
bahwa berbagai kebaikan – termasuk kebaikan dalam urusan dunia dan ilmu
pengetahuan- akan datang bersamaan dengan pemahaman yang benar terhadap agama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar