Selasa, 23 Juni 2015

sunarto



Kepada YTH : Bp. Sunarto
Dengan  segala Hormat,
Karena  kasus yang  menimpa saudara Indah Wahyu Widyawati ni  Sudah masuk wilayah Pers, Sosial media, Tribun JATENG dan hal –hal  ini   Sudah diteliti Oleh TIM independen dan dari  Inspektorat  pemerintshsn  Kota , Kepolisian Mulai Mabes, sampai Polres, Bawasda, BKD,PemProv, dan Pemda Pol PP, dan penegak Disiplin PNS dari dinas-Dinas terkait,  juga dalam pantauan LSM-LSM dan jaringan penegak disiplin aparatur negara bekerjasama dengan KPK,maka mohon sedikit kesabarannya kepada Bapak , untuk menunggu keputusan mereka semua , termasuk menunggu saran Bupati Pati CQ. Bpk. Sarpan setelah kemarin saya mengahadap.
Ada dua Opsi  kalau terbukti Skandal kasus, Kawin – kawinan Siri, perselingkuhan dg dan beserta  oknum  ttt,maka  kemungkinan besar akan kalau terbukti ,akan  di lakukan penskorsan   dilanjutkan penon-aktifan sebagai PNS kepada Saudari Indah Wahyu Widyawati ,  kalau belum  terbukti maka  ,karena telah menimbulkan Rumors yang meresahkan masyarakat muslim dan adat Tambakromo , mungkin  direkomendasikan untuk di mutasikan di tempat yang sangat terpencil.


Hormat kami,

Sholihul Hadi





Kebodohan di sini adalah ketiadaan ma’rifah (pengetahuan mendalam) mereka terhadap Rabb dan agamanya. Bisa jadi memang, dunia Islam tidak kalah canggih dan intelek, tetapi itu hanyalah pengulangan kondisi Arab sebelum datang Islam. Dunia Arab sebelum Islam, juga memiliki peradaban tinggi yang terbukti dari kemampuan mereka membuat tata kota yang bagus, pengairan sawah yang baik, serta karya seni bernilai tinggi. Tetapi, sejarah Islam tetap  memposisikan mereka sebagai  era  Jahiliyah. Sebab, keilmuan yang mereka miliki tidak mampu menolong mereka untuk mengetahui siapa Tuhan mereka sebenarnya, justru mereka menyembah dan mengagungkan produk budaya mereka sendiri yaitu berhala-berhala yang indah yang mereka ciptakan.
 Perhatikan umat Islam saat ini, umumnya mereka jauh dari agamanya, jauh dari Al Quran dan Sunnah nabinya, tetapi lebih dekat  bahkan sampai taraf memberikan cinta terhadap budaya, pemikiran dan akhlak Barat yang nota bene non muslim yang justru hendak menghancurkannya. Sayangnya mereka tidak menyadarinya.
 Hal ini membawa dampak lainnya; masjid yang sepi kecuali shalat Jumat, merosotnya moral baik pejabat atau rakyatnya, ibadah hanya menjadi rutinitas kosong belaka tanpa bekas dan pengaruh dalam kehidupan, ulama tidak berwibawa baik ilmu dan perbuatannya, pergaulan bebas remaja, angka perceraian yang tinggi, pornografi dan porno aksi dianggap biasa, dan segudang permasalahan lainnya.   Ini semua berawal dari kebodohan terhadap agama, sebab Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah berjanji bahwa berbagai kebaikan – termasuk kebaikan dalam urusan dunia dan ilmu pengetahuan- akan datang bersamaan dengan pemahaman yang benar terhadap agama.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar